Powered By Blogger

Saturday, June 27, 2009

....

Mm... Berpikir sejenak... Sebenarnya apa sih yang hendak dan ingin saya tuliskan?! Hahaha...

Ya, intinya saya tengah menjalani sebuah perenungan luar biasa, dan seringkali saya hendak menangis dan takut saat merenungkannya. Pastinya bukan tentang cinta!!

Si pemikir tidak selalu baik! Itu yang dapat saya simpulkan untuk sementara..

Manusia mempunyai pikiran yang terbatas, dan seringkali pikirannya itu dikembangkan dari daya imajinasinya yang terlalu sempit.

Ya.. begitulah...

Monday, June 15, 2009

-untitled-

Pagi ini, tepatnya, subuh tadi, dia hadir dalam mimpi indah saya!! Ini bukan hal yang membanggakan buat saya. Mengingat, dia telah menjauh begitu jauh dari saya. Pesan singkat yang saya kirimkan, tak lagi mendapat balasan. Ya, mungkin hatinya sudah benar-benar BUKAN untuk saya, dan memang mungkin tidak akan pernah menjadi milik saya.

Lagu 'Mudah Saja' yang dinyanyikan dengan begitu bersemangat oleh sheila on 7 menemani saya pagi ini. Bukan karena lagu itu sedang booming saat ini, tapi memang saya tengah menghadapi hal yang serupa dengan lirik lagu tersebut.

'Seandainya saja cintamu seperti cintaku, hatimu seperti hatiku, dan lukamu seperti lukaku, nak...'

Saya kembali membuka beberapa pesan berharga darinya dulu, saat kami masih sama-sama di mabuk perasaan yang aneh, katakanlah cinta. Hm, begitu indah! Seringkali saya menyesali tindakan 'polos' saya kala itu, dimana dia benar-benar menyukai saya juga, namun saya tidak dapat merasakannya, katakanlah tidak menyadarinya. Ingin rasanya waktu dapat terulang, saya akan langsung menyadarinya dengan cepat, dan (mungkin) tidak akan terjadi sehancur sekarang!!

Entah apa anggapannya tentang keberadaan saya saat ini.

Beberapa kali saya temui dia di facebook, statusnya menyiratkan bahwa dia tak lagi 'sendiri'. Ya, kamu memang menarik, pastinya banyak wanita yang mendekatimu. Mudah saja bagimu untuk menyatakan cinta kepada salah satu atau mungkin beberapa dari mereka. Hmph...

Kenapa kamu gak pernah kasih kesempatan kedua untuk saya??

Terlalu menyedihkan dan menyebalkan untuk terus diingat! Tapi, dia memang selalu hadir dalam otak saya, dalam hati saya..!

Seseorang mengatakan pada saya, 'mungkin saat kamu sudah menemukan sosok yang benar-benar tepat, dia akan dengan mudah kamu lupakan...'

Ya, benar juga, hanya yang menjadi pertanyaan saya, "KAPAN??"

Saya akui, dia telah menutup mata hati saya, dan saya kesulitan untuk membukanya kembali. Dia terlalu sempurna untuk saya. Begitu indah... tapi, terlalu pahit!!

Beberapa kali saya sempat mengatakan 'selamat tinggal' untuknya dalam hati saya, namun kata 'selamat datang kembali' cepat-cepat terucap juga..

Kenapa harus ada manusia seaneh kamu di dunia ini?! Argh...

dan

Kenapa harus ada manusia sebodoh aku di dunia yang sama?!

Friday, June 05, 2009

percakapan part II

Kembali saya iseng memberi komentar di shoutout milik sahabat lama saya. Simple saja, dia tengah berada dalam kondisi 'menyerah' entah karena apa. Lalu saya memberinya semangat. Setelah itu dia meminta saya untuk mendoakannya, saat saya meng-iyakan, dia langsung menanyakan acc saya di ym. Segera saya berikan, dan percakapan itu dimulai.............

Ternyata dia tengah stres dengan keadaan lingkungan sekitarnya. Dia merasa tidak nyaman dengan ke'kaku'an lingkungannya yang mengadakan pembedaan terhadap agamanya. Hm, memang cukup membangunkan si tuan Benci dalam hati saya. Tapi saya cepat-cepat membangunkan nyonya Sabar, agar tuan Benci tunduk :)

Satu hal yang saya dapat dari percakapan ini, seringkali Tuhan menaruh kita di tempat yang mungkin tidak mengenakan buat kita. Tapi ada satu hal yang dapat dijadikan sebuah pelajaran, yaitu agar kita tau bagaimana kehidupan yang sebenarnya.

Mungkin saat ini kita merasa hidup kita baik-baik saja, senang-senang saja, damai-damai saja, Tuhan ingin agar kita tidak hanya menjadi orang baik saja, tapi Dia ingin agar kitapun tau bagaimana caranya mempertahankan kebaikan itu. Sehingga kita bisa menjadi orang yang lebih baik lagi. Toh hidup datar-datar saja juga tidak enak, monoton begitu.

Selain itu juga, kita diciptakan untuk menjadi problem solver a.k.a pemecah masalah. Lah, kalau kita belum pernah menghadapi yang namanya kesepian, bagaimana mungkin kita bisa memberi penghiburan untuk mereka yang tengah kesepian?! Betul?

Mari kita lihat semua hal yang terjadi saat ini di kehidupan kita, baik itu yang senang maupun yang menyakitkan, sebagai salah satu alat-Nya untuk mendidik dan mempersiapkan kita menjadi pasukan-Nya :D

kembali diingatkan

Akhir-akhir ini memang agak sulit untuk berbincang lama dengan-Nya. Rasa ngantuk, malas, speechless juga sering membuat saya terpaksa tunduk pada mereka.
Tapi, memang Dia luar biasa dashyat, begitu mengasihi saya, Dia kembali mengingatkan tentang waktu-Nya, simple saja hanya lewat sebuah message di fb.

Manusia seringkali sibuk dengan urusannya sendiri (termasuk saya pun demikian). Dia lebih sering berada pada urutan yang terakhir atau mungkin kedua sebelum terakhir. Padahal Dia yang memegang peranan tertinggi dalam hidup kita. Bagaimana jadinya kalau Dia berkata,"Ah, malas kasih nafas buat kamu, Aku selalu berada di urutan terakhir dalam jadwal harianmu! Kenapa Aku harus mengutamakan kamu?"



Oh, TIDAK!! Jangan sampai Dia benar-benar mengatakan hal itu!

tau kan, apa yang harus kita lakukan sekarang? Lets do it :)

Thursday, June 04, 2009

percakapan

Saat itu, kebetulan ada hasrat untuk mengaktifkan ym, dan terlihat beberapa rekan tengah online juga.
Mulailah ada seorang yang mengajak saya berbincang. Awalnya hanya berupa perbincangan biasa, namun perbincangan itu menjadi makin seru karena dia membuka topik pembicaraan yang agak berat, yaitu tentang KEPEMIMPINAN.

Ya, sosok yang dibutuhkan dunia kala ini adalah sosok seorang pemimpin. Pastinya pemimpin yang takut akan Tuhan.

Hal tersulit (menurut saya) adalah menjadi seorang pemimpin. Banyak orang yang lebih memilih untuk menjadi pengikut saja, karena memang resiko untuk menjadi pengikut tidak terlalu besar. Tapi, resiko yang ditanggung seorang pemimpin sangat besar.

Satu hal yang menarik, sosok pemimpin atau karakter pemimpin dapat dimiliki oleh siapa saja, sekalipun kita miskin, bodoh, pengangguran, bahkan seorang tukang becak pun dapat menjadi seorang pemimpin.

Pemimpin berbicara tentang adanya kerelaan hati untuk melayani orang lain, dapat disebut juga hati hamba. Nah, biasanya hal ini yang sulit. Kita lebih mengutamakan kepentingan sendiri daripada orang lain.

Hm, pembicaraan terhenti disini. Tapi ini cukup membuat saya tergugah untuk berjuang memiliki hati hamba itu dan berusaha untuk menjadi seorang Leader.

*nanti dilanjut lagi :)

Sebuah kabar

Menemukan jati diri adalah hal yang sulit. Seringkali banyak anak 'baru gede' aka anak muda, yang menghalalkan berbagai macam cara untuk menemukan siapa sebenarnya dia.
Hal ini dialami oleh setiap kita, bukan?

Kemarin baru saja saya bertemu dengan seorang sahabat saya yang sudah lama tak bersua. Dan, wow! Dia berubah hampir 180 derajat. Waktu kami masih sering bermain bersama dulu, dia tidak -up terlalu banyak menggunakan aksesoris dan make up, bahkan mungkin menggunakan make-up saja tidak.
Si cantik itu yang dulunya sering menggunakan shirt dan celana panjang, kini menggunakan babydol dan pants, ditambah dengan beberapa warna menghiasi wajah dan rambutnya. Agak pangling saya waktu berjumpa dengannya. Dia juga mengaku kalau kuliah seringkali memakai high heels kira-kira 10 cm. Hm...
Tidak hanya itu saja, karakternya juga berubah, berubah dari yang polos kekanak-kanakan menjadi lebih dewasa. Hal itu terlihat dari cerita-cerita cintanya dan cara dia mengambil apa yang disebut hikmahnya.

Saya bangga padamu, kawan :D

Saya kembali melihat pada diri saya, apa yang berubah darimu, nak? Usiamu sudah menginjak 19 tahun, dan apa yang sudah kau buat? Pakaianmu masih sama simple-nya dengan dulu. Nyonya Sombong seringkali berkuasa dalam mulut dan pikiranmu, padahal kalau ditelaah lebih jauh, tak ada yang bisa dijadikan objek kesombongan dalam hidupmu. Kamu tidak sepintar mereka, kamu tidak se-stylish mereka, kamu tidak sesungguh mereka, dan kamu benar-benar belum ada apa-apanya..

ooh..come on, Nicea!!